Menu

Showing posts with label Cerita. Show all posts
Showing posts with label Cerita. Show all posts

Monday, 24 March 2014

Sebuah Nama...




“Namanya siapa?” Seorang guru di bagian administrasi ini sibuk ngecek nama-nama siswa-siswi baru yang mau beli dan yang mau ambil buku.

“Abraham Christanto, Bu.”

“Kelas Sepuluh Tujuh ya? Ini buku-bukunya udah dibayar lunas ya. Tapi kamu kelebihan tiga puluh dua ribu nih uangnya. Ini kembalinya (sambil ngasih kembalian). Ngapain kamu beli LKS sama buku paket Agama Islam?”

“Eh, agama saya Islam, Bu.”

Thursday, 20 March 2014

Habiskan Makananmu!



“Fahmi, ayo sarapan dulu!”, teriakan Ibu membangunkanku dari pikiran tadi. Aku datangi Ibu. Aku lihat sarapan sudah tertata rapi di meja makan. Aku paling tidak bisa menolak masakan Ibu. Masakan Ibu bagiku yang paling lezat dan paling bergizi di dunia.

“Bu, hari ini aku pergi kerja. Ada bedah buku di alun-alun kota. Aku di minta mengutip hasil presentasi penulisnya.”

“Iya, tidak apa. Mumpung masih muda kamu harus kerja yang giat. Belikan ibu bukunya nanti, sekalian sama tanda tangan penulisnya.”, jawab Ibuku berseri-seri. Aku hanya tersenyum simpul mendengarkan jawaban itu. Mengambil beberapa centong nasi. Melahapnya hingga tidak satupun nasi dan lauk tersisa. Begitulah caraku menghargai setiap masakan Ibu. Dalam pikiranku, makanannya habis berarti masakannya disukai. Jadi, Ibu tidak merasa sia-sia telah memasak untukku.

Wednesday, 19 March 2014

Penyemangat Untuk yang Sedang Sakit


  "Tidaklah seorang muslim menderita sakit karena suatu penyakit melainkan Allah menggugurkan kesalahan-kesalahannya dengan penyakit itu, sebagaimana pohon yang menggugurkan daun-daunnya". -HR Bukhari Muslim-

“Kak, hari ini Nabila les ya..”

Kira-kira itu ucapan yang disampaikan si adik di telepon. Dengan berat hati gw menolak. Agak sungkan juga sebenarnya karena si adik ini lagi UTS. Tentu penolakan tersebut bukan tanpa sebab. Ya. Akhirnya ‘dia’ menyerah juga. Padahal semangat ini masih tinggi. Walau agak sedikit kecewa, tapi dalam hati ini ada rasa bangga juga. Lho, sakit ko bangga? Hehe, bukan itu maksudnya. Bangga karena bukan semangat ini yang menyerah, cuma badannya aja.

Tuesday, 18 March 2014

Menjemput Rezeki yang Terlewat



Pagi masih menunjukkan aromanya. Kira-kira jam enam, terdengar suara khas dari penjual roti. Seperti biasa, para pedagang membunyikan klaksonnya yang unik, “tetot tetot”, atau yang manual sambil teriak “tiii rotii, tiii rotii”, atau yang lebih modern lagi pakai perekam dan musik-musik, yaa kurang lebih begitulah bunyinya. Unik dan bermacam-macam. Bahkan mungkin, beberapa produk roti sampai kita hapal bunyi musiknya hehe.. Mohon koreksi nya kalau salah..

Oya sampai lupa, gw bukan mau bahas tentang kreativitas dalam mencari pelanggan dengan segala macam bunyinya itu. Jadi gini ceritanya….

Wednesday, 12 March 2014

Semangat Segelas Teh Hangat


Sudah hampir lima tahun terakhir ini ngajar menjadi salah satu rutinitas yang akrab. Gw punya murid empat orang. Dua dari empat itu kakak beradik. Jadwal diatur sedemikian rupa supaya ga bentrok sama jadwal kuliah. Jadwal ngajar emang padet banget, kadang akhir pekan juga ngajar. Tapi akhir pekan itu spesial, yang di ajar bukan satu atau dua orang, tapi satu kelas! Peak seasonnya adalah menjelang ujian. Duh dek, kalau lagi musim ujian, si adik-adik (empat orang) ini minta lesnya tiap hari. Capek? Pasti!


Nah, itu waktu masih kuliah. Karena dua tahun lalu mulai aktif kerja, gw putuskan untuk melepas semua kesibukan ngajar privat. Kalau ngajar kelas sih masih, sebab utamanya itu karena akhir pekan dan jaraknya ga terlalu jauh dari rumah, sekitar 20 menit. Beda dengan adik-adik privat, perjalanan bisa satu jam. Jadilah yang empat orang itu gw transfer ke orang lain.